Sumatera Utara

Ibukota ProvinsiMedan
Populasi (Tahun: 2010) (dalam ribuan)12,982.20
Provincial GDP 2010 (million Rp)275,057
Luas Provinsi (Tahun: 2010) (dalam km2)72,981.23
Luas Kawasan Berhutan (Tahun: 2010) (dalam ha)10,331
Emisi per kapita (Tahun: 2010) (tCO2e/kapita)20.03
Intensitas Emisi (Tahun: 2010) (tCO2e/Juta Rp.)945.3
Sumatera Utara Progres Pencapaian Target Penurunan Emisi Seluruh Provinsi Tahun 2020
1.29%
Emisi 2010
Proyeksi Emisi 2020
Target Emisi 2020
Mitigation Activities Deskripsi
Aksi Mitigasi: Sektor Pertanian dan Kehutanan

Pertanian:

1. Pembuatan kompos dengan sistem BUNKER, yaitu memanfaatkan limbah cair (Palm Oil Mill Effluent) dan tandan kosong sawit (TKS), dengan RANUT (Reaktor Anaerob Unggun Tetap),
2. System Rice Intensification (SRI),
3. Integrasi Rencana Aksi ke dalam kurikulum pendidikan

Kehutanan dan lahan gambut:
1. Pemantapan kawasan hutan (pembentukan Kesatuan Pengelolaan Hutan),
2. Rehabilitas mangrove,
3. Pembangunan hutan dan usaha hutan tanaman,
4. Pengamanan hutan dan pengendalian kebakaran hutan,
5. Pemanfaatan lahan pertanian,
6. Penanaman pohon (rehabilitasi) menjadi hutan sekunder.

Aksi Mitigasi: Sektor Energi, Transportasi, dan Industri

Energi:
1. Peningkatan efisiensi penggunaan energi pada peralatan rumah tangga dan industry
2. Penyediaan dan pengelolaan energi baru terbarukan dan konservasi
Energy (PLTA-Air, PLTB-biomassa, PLTU-batubara, PLTP-panas bumi, PLTS-surya), pengembangan Desa Mandiri Energy (DME), Green building
3. Pemanfaatan biogas untuk rumah tangga
4. Integrasi Rencana Aksi kedalam kurikulum pendidikan secara tidak langsung dapat menurunkan emisi GRK melalui peningkatan kapasitas

Transportasi:
1. Pembangunan ITS (Inteligent Transport System)
2. Pengembangan Pengendalian Analisi Dampak Lalu Lintas (Traffic Impact Control, TIC)
3. Penerapan Manajemen Parkir.
4. Pengadaan Sistem BRT/Semi BRT (Bus Rapid Transit).
5. Peremajaan Angkot.
6. Pemasangan Konverter Kit pada Angkot, dan mobil penumpang dan dinas
7. Pelatihan Smart Eco Driving
8. Membangun Non Motorized Transport.
9. Pembangunan Kereta Api (KA) perkotaan Medan, KA double tract Bandara Kuala Namu
11. Pembangunan Angkutan Bus Pemadu Moda ke Bandara Kuala Namu.
12. Penerapan Car Free Day
14. Pengembangan Bus Kampus.
15. Penanaman Pohon Trembesi di tepi jalan.
16. Penambahan bahan bakar non emiter.
17. Integrasi Rencana Aksi kedalam kurikulum pendidikan

Industri
1. Menyusun sistem manajemen energi di perusahaan industri lahap energi
2. Penghapusan bahan perusak lapisan ozon
3. Penggantian bahan bakar ke gas alam.
4. Mengganti bahan bakar industri/komersial ke biomassa dan biogas.
5. Meningkatkan efisiensi semua peralatan listrik di industri dan sector komersial.
6. Pemanfaat panas buang sistem pendingin untuk pemanas air pada bagunan-bangunan komersial seperti hotel dan rumah sakit.
7. Aplikasi heat recovery pada gas buang alat konversi energi seperti ruang bakar boiler.
8. Sentralisasi lokasi industri.
9. Penghijauan lokasi industri, bangunan komersial dan perumahan.

Aksi Mitigasi: Sektor Limbah

1. Program Peningkatan Sarana-Prasarana Persampahan (rehabilitasi TPA un-managed deep menjadi semi aerob, rehabilitasi un-managed deep menjadi semi aerob)
2. Program Minimasi Sampah dengan prinsip 3R (Pendirian Bank Sampah, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST)).
3. Program Peningkatan Pengelolaan Gas Sampah/Recovery gas (pembakaran metana/flaring)
4. Pembangunan prasarana Waste Water Treatment Pemukiman, (off-site system, on-site system dan Migrasi sistem pitlatrine eksisting menjadi septic system/tangki septik/SANIMAS (Sanitasi Berbasis Masyarakat).
5. Progran Non Teknis RAD-GRK (pembangunan sistem informasi daerah melalui sosialisasi dan kurikulum pendidikan)
6. Program Pengendalian Banjir (IPLT/Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja)
7. Perencanaan Pengelolaan Persampahan
8. Instalasi Pengelolaan air Limbah (IPAL)
9. Pengelolaan Badan Air
10. Program Kesehatan Lingkungan dan Masyarakat

RPJMD Deskripsi
Periode RPJMD 2009-2013
Pernyataan Misi RPJMD yang selaras Misi ke-2: Mewujudkan masyarakat Sumatera Utara yang mandiri dan sejahtera dan berwawasan lingkungan.
Arah Kebijakan RPJMD yang selaras: Sektor Pertanian dan Kehutanan

Strategi: Pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis lingkungan dan peningkatan daya tarik iklim investasi daerah melalui pertumbuhan ekonomi daerah dan pemerataan hasil pembangunan.
Arah kebijakan: Kebijakan pengembangan pertanian rakyat, perikanan, perkebunan, peternakan dan usaha mikro kecil dan menengah yang berdaya saing, melalui urusan pertanian yaitu pengembangan kawasan agropolitan dataran tinggi bukit barisan, urusan pertanian tanaman pangan yaitu ketersediaan bahan pangan pokok dan strategis, mempertahankan swasembada beras, dan intensifikasi dan ekstensifikasi tanam hortikutura selain padi.
Program: Peningkatan ketersediaan bahan pangan, dengan kebijakan intensifikasi, ekstensifikasi dan diversifikasi bahan pangan dengan sasaran pokok terwujudnya swasembada beras di Sumatera Utara; Perlindungan Hutan dan Konservasi Hutan; Memaksimalkan penghijauan hutan mangrove yang berada di pesisir Pantai Barat dan Pantai Timur Sumatera Utara; Upaya pembangunan yang berwawasan lingkungan; Rehabilitasi Hutan dan Lahan; Pengendalian terhadap alih fungsi hutan, baik oleh perambahan liar (illegal loging); Perlindungan fungsi ekologis hutan; Perlindungan hutan suaka dan hutan lindung; Kebijakan ketat terhadap eksplorasi hasil hutan; Melaksanakan hukum pasti terhadap illegal loging.

Arah Kebijakan RPJMD yang selaras: Sektor Energi, Transportasi, dan Industri Program: Pengelolaan energi terbarukan (tenaga air, mikrohidro, panas bumi, tenaga surya dan biomas) secara maksimal.
Arah Kebijakan RPJMD yang selaras: Sektor Limbah Tidak ditemukan arah kebijakan yang selaras
Indikasi dalam RPJMD yang bertentangan: Pertanian dan Kehutanan Tidak ditemukan indikasi yang bertentangan
Indikasi dalam RPJMD yang bertentangan: Energi, Transportasi, dan Industri Tidak ditemukan indikasi yang bertentangan
Indikasi dalam RPJMD yang bertentangan: Limbah Tidak ditemukan indikasi yang bertentangan